Anak terlambat Bicara, Apa yang Harus Dilakukan?

Home / Gaya Hidup / Anak terlambat Bicara, Apa yang Harus Dilakukan?
Anak terlambat Bicara, Apa yang Harus Dilakukan? Aktif berkomunikasi dengan anak adalah salah satu cara melatih kemampuan bicara anak (FOTO: MeetDoctor.com)

TIMESPURWOREJO, JAKARTAKemampuan bicara anak menjadi salah satu hal yang sering diperhatikan orang tua. Umumnya, pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal akan dapat berbicara pada usia 1,5 tahun dengan menguasai setidaknya 5 kosakata yang konsisten. Jika anak mengalami terlambat bicara, sebagai orang tua, ada baiknya untuk lebih tanggap dan melakukan langkah yang tepat.

Dilansir dari Hello Sehat, berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan atau perhatikan secara khusus jika anak terlambat bicara.

1. Konsultasi dengan dokter atau psikolog

Usahakan mencari opini lain dari pakar atau orang tua lain untuk memperkuat pernyataan dokter dan memperkaya informasi tentang kondisi anak yang sebenarnya.

2. Batasi penggunaan gadget

Jangan biarkan anak terlalu lama menatap layar digital. Kebiasaan ini akan berdampak kurang baik terhadap perkembangan anak. Ketika terlalu lama menatap layar gawai atau televisi, anak akan merasa nyaman dengan tayangan gambar yang begitu menarik karena selalu bergerak dan penuh dengan warna. Akibatnya anak cenderung menjadi pasif, kurang peka dan kurang fokus ketika berinteraksi dengan lingkungannya.

3. Ajak anak berinteraksi dengan teman

Sediakan waktu mengajak anak berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Hal ini akan merangsang anak agar lebih termotivasi untuk belajar bicara, karena bermain bersama anak-anak yang lain membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.

4. Ajak anak aktif berkomunikasi

Meskipun anak belum mampu berbicara dengan baik. Masa batita (1-3 tahun) adalah masa meniru, sehingga ketika orang tua intens mengajaknya berbicara pasti kosakata anak semakin banyak pula.

5. Ajarkan anak dengan kata yang jelas

Mengajarkan kata kepada anak dengan kata-kata yang jelas (intonasi, bentuk mulut/bibir saat mengucapkannya). Contoh: sudah bukan cudah, minum bukan num, susu bukan cucu.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan bicara anak. Jika anak mengalami terlambat bicara, orang tua jangan langsung cemas. Cobalah berbagai stimulasi untuk mengasah kemampuan bicara anak. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com