Hadiri Job Fair di Cipulir, Sandi Dicurhati Penyandang Disabilitas

Home / Berita / Hadiri Job Fair di Cipulir, Sandi Dicurhati Penyandang Disabilitas
Hadiri Job Fair di Cipulir, Sandi Dicurhati Penyandang Disabilitas Sandiaga S Uno berbincang dengan penyandang disabilitas. (FOTO: Tofik For TIMES Indonesia)
Pilpres 2019

TIMESPURWOREJO, JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mendatangi acara Job Fair di Mall Metro Cipulir, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018) sambil berdiskusi persoalan bisnis.

Sandi tiba di lokasi sekira pukul 11.30 WIB, setelah safari politik di Palembang. Dalam diskusi ini, Sandi memberi masukan-masukan perihal pekerjaan dan bisnis. Ia pun juga berdialog langsung kepada masyarakat dengan cara tanya jawab soal pekerjaan dan bisnis. Salah satunya berdialog dengan seorang penyandang disabilitas, Laode Kosim.

Laode menanyakan soal sulitnya penyandang disabilitas dalam mencari kerja, meskipun gelar pendidikan yang diraih cukup bagus.

Selain itu, Laode juga mempertanyakan soal eksistensi Undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Yang dimana Pemerintah, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD wajib mempekerjakan penyandang disabilitas 2 persen dari total pegeria dan swasta wajib mempekerjakan penyandang disabilitas 1 persen dari total pegaria.

"Ada aturan saya pernah baca 1 persen itu dalam perusahaan itu minimal satu orang disabilitas di situ," katanya di lokasi kepada Sandi.

Mendengar pertanyaan Laode, Sandi pun mengaku kagum. Menurut Sandi, penyandang disabilitas itu tidak memiliki kekurangan, justru kelebihan. Sandi menyayangkan langkah pemerintah yang belum terlalu fokus soal pekerjaan kepada para penyandang disabilitas.

"Karena pendidikannya sudah dapat seharusnya udah ada jaminan mendapat pekerjaan karena undang-undang menjamin 1 persen perusahaan untuk disabilitas," katanya.

Sandi juga meminta kepada DPR agar memperjuangkan hak pekerjaan untuk para penyandang disabilitas.

"DPR seharusnya perjuangkan, hadirkan peraturan pemerintahannya untuk memastikan. Undang-undang ada, tapi peraturan pemerintahnya tidak ada," katanya.

"Kita harus hadir, kesetaraan itu harus dirasakan ke seluruh lapisan masyarakat," katanya. 

Sandi punya kebiasaan baru untuk memberikan penghargaan atau apresiasi kepada peserta diskusi atau sosialisasi yang punya pertanyaan mengunggah dan memberikan makna serta inspirasi. 

“Saya akan berikan Most Valuable Participant di acara ini kepada La Ode Kosim,” ujar Sandiaga Uno(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com